This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Maret 2015

MANFAAT PIPA PVC

Halo sahabat ilmusipil,.. kali ini saya berpikir tentang hal sederhana namun bisa jadi akan membawa perubahan besar jika diaplikasikan dalam dunia konstruksi bangunan, yaitu tentang memanfaatkan pipa pvc untuk struktur rangka rumah tinggal atau bahkan gedung pencakar langit, ya.. bahan bangunan yang selama ini hanya digunakan untuk tempat saluran air ini rasanya akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk struktur rumah, mengingat banyak kelebihan yang bisa didapat dengan menggunakan jenis material ini, untuk itu mari kita bahas dan analisa lebih lanjut

Kelebihan Pipa PVC untuk rangka rumah
  1. Mudah dibongkar pasang, jadi menjual rumah bisa seperti penjualan unit sepeda sepeda motor, tinggal pilih tipe rumahnya sesuai ukuran tanah yang tersedia lalu dikirim ke lokasi pembangunan dan dalam waktu sehari rumah rangka pipa PVC sudah berdiri kokoh.
  2. Struktur rumah pipa pvc sangat ringan, kondisi ini jauh berbeda dengan penggunaan beton bertulang yang tergolong berat sehingga membutuhkan pondasi, sloof, kolom dan balok yang besar, ini merupakan sebuah pemborosan.
  3. Tahan terhadap gempa, semakin ringan rumahnya maka akan tahan terhadap goncangan. rumah mungkin akan bergoyang ketika terjadi gempa namun akan segera kembali ke posisi semula ketika goncangan berhenti.
  4. Murah dan mudah didapat, Hampir di setiap toko bangunan menyediakan pipa paralon, harganya juga cukup terjangkau, lebih murah jika dibanding struktur baja dan beton.
  5. Nilai arsitektur yang tinggi, beberapa pipa akan menghasilkan bentuk yang indah jika dirangkai sedemikian rupa.
  6. Awet dan mudah dalam perawatan, ya.. PVC bisa bertahan lama meskipun tanpa perawatan khusus. tidak seperti kayu yang bisa dimakan rayap, berbeda dengan besi yang keropos terkena karat.

Saya menggunakan Pipa PVC untuk rangka kandang Burung
Sebagai gambaran, saya telah mengaplikasikan penggunaan pipa PVC ini sebagai konstruksi rumah kandang burung berukuran 3m x 1m x 2m  menggunakan pipa ukuran 1,25″ dan terbukti bagus. Saya beripikir jika menggunakan pipa dengan diamater yang lebih besar maka bisa untuk konstruksi rumah,  ya.. namanya kekurangan tentu saja ada, tapi itu bisa terus diperbaiki hingga berhasil menciptakan karya terbaik, berikut fotonya


Penggunaan Pipa PVC sebagai konstruksi rumah tinggal ini hanyalah sebuah pemikiran awal, jadi silahkan dipikir-pikir dan dikembangkan lebih lanjut, semoga lekas tersiar kabar pembangunan rumah dengan struktur pipa pvc

KLASIFIKASI JALAN MENURUT FUNGSINYA





Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumberdaya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di banyak negara. Telah diakui bahwa usaha benar diperlukan bagi penambahan kapasitas, dimana akan diperlukan metode efektif untuk perancangan dan perencanaan agar didapat nilai terbaik bagi suatu pembiayaan dengan mempertimbangkan biaya langsung maupun keselamatan dan dampak lingkungan.
Jaringan jalan raya merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan yang sangat penting dalam sektor perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa. Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan sentra produksi pertanian.
Klasifikasi Jalan
Berdasarkan Undang-undang No. 38 mengenai jalan, maka jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 klasifikasi jalan yaitu :
  1. Klasifikasi jalan menurut fungsi
  2. Klasifikasi menurut wewenang
Klasifikasi Jalan Menurut Fungsi
Klasifikasi jalan umum menurut peran dan fungsinya terdiri atas :
1. Jalan Arteri
Jalan Arteri Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota jenjang kesatu yang berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kedua. (R. Desutama. 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Primer adalah :
1)   Kecepatan rencana > 60 km/jam.
2)   Lebar badan jalan > 8,0 m.
3)   Kapasitas jalan lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata.
4)     Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan kapasitas jalan dapat tercapai.
5)   Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
6)   Jalan primer tidak terputus walaupun memasuki kota.
Jalan Arteri Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder lainnya atau kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua.
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Sekunder adalah :
1)        Kecepatan rencana > 30 km/jam.
2)        Lebar jalan > 8,0 m.
3)        Kapasitas jalan lebih besar atau sama dari volume lalu lintas rata-rata.
4)        Tidak boleh diganggu oleh lalu lintas lambat.
2. Jalan Kolektor
Jalan Kolektor Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antar kota kedua dengan kota jenjang kedua, atau kota jenjang kesatu dengan kota jenjang ketiga. (R. Desutama. 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Kolektor Primer adalah :
1)        Kecepatan rencana > 40 km/jam.
2)        Lebar badan jalan > 7,0 m.
3)        Kapasitas jalan lebih besar atau sama dengan volume lalu lintas rata-rata.
4)        Jalan masuk dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan kapasitas jalan tidak terganggu.
5)        Tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
6)        Jalan kolektor primer tidak terputus walaupun memasuki daerah kota.
Jalan Kolektor Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder lainnya atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga.
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Kolektor Sekunder adalah :
1)   Kecepatan rencana > 20 km/jam.
2)   Lebar jalan > 7,0 m.

3. Jalan Lokal
Jalan Lokal Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu dengan persil, kota jenjang kedua dengan persil, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang ketiga lainnya, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang di bawahnya. (R. Desutama, 2007)
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Lokal Primer adalah :
1)   Kecepatan rencana > 20 km/jam.
2)   Lebar badan jalan > 6,0 m.
3)   Jalan lokal primer tidak terputus walaupun memasuki desa
Jalan Lokal Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan perumahan, atau kawasan sekunder kedua dengan perumahan, atau kawasan sekunder ketiga dan seterusnya dengan perumahan.
Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Lokal Sekunder adalah :
1)   Kecepatan rencana > 10 km/jam.
2)   Lebar jalan > 5,0 m.
4. Jalan Lingkungan
Jalan Lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri-ciri seperti pada Tabel 2.1 sebagai berikut :
Tabel 1.1 Ciri-ciri Jalan Lingkungan
Jalan
Ciri-ciri
Lingkungan
  1. Perjalanan jarak dekat
  2. Kecepatan rata-rata rendah
Sumber : UU No.38 Tahun 2004

PERBANDINGAN CAMPURAN BETON


Berikut ini perbandingan bahan dan tenaga untuk membuat beton dengan mutu K sekian

Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87
Bahan
  • Portland cement 247,000 kg
  • PB 869 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 999 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 9,8 MPa (K 125), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,78
Bahan
  • Portland Cement 276,000 kg
  • PB 828 kg
  • kerikil (maksimum 30 mm) kg 1012 KR
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 12,2 MPa (K 150), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,72
Bahan
  • Portland cement 299,000 kg
  • PB 799 kg
  • Kerikil (maksimum 30 mm) 1017 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 lantai kerja beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (3-6) cm, w/c
= 0,87
Bahan
  • Portlland cement 230,000 kg
  • PB 893 kg
  • Bahan KR (maksimum 30 mm) 1027 kg
  • Air 200 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,200 OH
  • Tukang batu OH 0,200 OH
  • Kepala tukang 0,020 OH
  • Mandor 0,060 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 14,5 MPa (K 175), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,66
Kebutuhan Satuan Indeks
Bahan
  • Portland cement 326,000 kg
  • PB 760 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 1029 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja OH 1,650 OH
  • Tukang batu OH 0,275 OH
  • Kepala tukang OH 0,028 OH
  • Mandor OH 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 16,9 MPa (K 200), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,61
Kebutuhan Satuan Indeks
Bahan
  • Portland cement 352,000 kg
  • PB 731 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 1031 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 19,3 MPa (K 225), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,58
Kebutuhan Satuan Indeks
Bahan
  • Portland cement 371,000 kg
  • PB 698 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 1047 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor o,028 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 21,7 MPa (K 250), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,56
Bahan
  • Portland cement 384,000 kg
  • PB 692 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 1039 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 24,0 MPa (K 275), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,53
Bahan
  • Portland cement 406,000 kg
  • PB 684 kg
  • Bahan KR (maksimum 30 mm) 1026 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 1,650 OH
  • Tukang batu 0,275 OH
  • Kepala tukang 0,028 OH
  • Mandor 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 26,4 MPa (K 300), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,52
Bahan
  • Portland cement 413,000 kg
  • PB 681 kg
  • Bahan KR (maksimum 30 mm) 1021 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja OH 1,650 OH
  • Tukang batu OH 0,275 OH
  • Kepala tukang OH 0,028 OH
  • Mandor OH 0,083 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 28,8 MPa (K 325), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,49
Bahan
  • Portland cement 439,000 kg
  • PB 670 kg
  • Bahan KR (maksimum 30 mm) 1006 kg
  • water 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 2,100 OH
  • Tukang batu 0,350 OH
  • Kepala tukang 0,035 OH
  • Mandor 0,105 OH
Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 31,2 MPa (K 350), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,48
Bahan
  • Portland cement 448,000 kg
  • PB 667 kg
  • KR (maksimum 30 mm) 1000 kg
  • Air 215 Liter
Tenaga kerja
  • Pekerja 2,100 OH
  • Tukang batu 0,350 OH
  • Kepala tukang 0,035 OH
  • Mandor 0,105 OH
Bobot isi pasir = 1.400 kg/m3, Bobot isi kerikil = 1.350 kg/m3, Bukling factor pasir = 20 % ”
Perbandingan bahan tersebut dapat menghasilkan mutu beton mendekati  rencana K sekian menyesuaikan kondisi bahan tenaga dimana beton dibuat.
Sumber: SNI ( standart nasional Indonesia )

Minggu, 01 Maret 2015

PEMASANGAN KERAMIK

Persiapan pekerjaan pasangan keramik dinding

1. Siapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang cukup
2. Bahan-bahan ditempatkan dekat pekerjaan pemasangan
3. Siapkan / bersihkan lokasi pekerjaan
4. Pilih seluruh keramik yang akan dipasang , sehingga ukurannya sama dan tidak ada yang cacat (harus baik)
5. Rendamlah keramik yang akan dipasang agar jenuh kerja
6. Periksa dan siapkan saluran-saluran instalasi yang harus tertanam dibelakang tegel keramik dengan benar
7. Ayaklah pasir yang akan dipakai untuk spesi
8. Siapkan lampu penerangan untuk kemudahan pemasangan.

Pelaksanaan pasang keramik dinding

1. Patokan Ukuran

• Buat garis-garis sipatan waterpas pada dinding keramik keliling +_ 1 m untuk penentuan peil ketinggian
• Buatlah lotan- lotan pada dinding ditiap pojokan ruangan sekaligus sikuannya dan garis pertengahan dinding untuk pembagian tegel keramik
• Ukurlah jarak – jarak dinding ruangan lebar dan tingginya, berikut bagian-bagian yang terpasang pada ruangan tersebut
• Berdasarkan pengukuran dan data – data tersebut diatas buatlah gambar kerja pembagian pemasangan tegel keramik pada ruangan tersebut.

2. Pelaksanaan Pemassangan tegel keramik dinding

• Sebagai patokan pemasangan kita ikuti gambar rencana pemasangan yang telah dibuat sebelumnya.
• Pada pelaksanaan pemasangan keramik dinding sebaiknya tegel tegel ruangan tersebut belumterpasang
• Berdasarkan lotan dan garis tengah dinding, kita pasang horizontal satu baris keramik dibagian bawah dinding, dan dua baris vertical dibagian pinggir dinding sebagai kepalaan pasangan
• Pemasangan keramik kepalaan yang horizontal dimulai dari tengah dinding menuju kearah pinggir dan untuk keramik vertical dari bawah keatas
• Pasangan keramik bagian pinggir tidak boleh terpadat potongan yang kecil, harus > ½ tegel keramik
• Pasangan keramik harus mengikuti tarikan benang horizontal yang waterpas dan benang lotan untuk verticalnya
• Untuk pasangan baris pertama keramik harus diplot dulu agar sesuai dengan gambar rencana dan tidak terdapat potongan yang kecil dibagian pinggir
• Tiap baris pasangan keramik nad –nadnya harus dijamin lurus dan sejajar vertikalnya maupun horizontalnya
• Spesi pasangan harus mempergunakan campuran yang kuat dan kedap air, cara pemasangannya spesi harus dipasang pada keramik dulu baru ditempelkan pada dinding dengan cara titekan dan diketok –ketok sampai dengan rata dan padat
• Pasangan spesi keramik harus padat dan rata tidak boleh terdapat bagian yang kosong
• Sebelum pemasangan dilakukan dinding maupun keramiknya harus dibasahi air terlebih dahulu.
• Setelah keramik kepalaan terpasang, untuk pemasangan keramik selanjutnya dilakukan dari arah bagian bawah menuju keatas, agar pasangan yang baru tertahan bagian bawahnya
• Untuk mendapatkan permukaan yang rata, pasangan keramik tiao baris harus ditap (diratakan) dengan jidar panjang dan diraba dengan tangan tiap sambungan nad keramik
• Nad-nad keramik yang diberi celah, pengisiannya dengan mengoleskan adonan semen kental atau dengan bahan khusus
• Harus diperhatikan tiap accessories, kran –kran air, sakelar-sakelar listrik dll sebaiknya dipasang pada persilangan tegel keramik
• Pertemuan nad keramik pada pojokan harus ketemu dan sudutnya harus siku-siku dan lurus
• Pertemuan keramik pada pojokan sebaiknya dipinggul (dibulatkan) atau dislep serong (adu manis)

selain dari cara diatas masih terdapat banyak lagi, bagi yang kebetulan ada referensi tentang pekerjaan pasang keramik dinding bisa dimasukan dibawah

PLESTERAN

Pekerjaan plesteran dinding batu bata maupun batako merupakan pekerjaan mudah, namun memerlukan perhatian dan metode cara plesteran dinding yang baik sehingga dapat dihasilkan pekerjaan plesteran yang baik, rata dan rapi. Beberapa Peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding antara lain:

• Meteran
• Jidar alumunium / jidar kayu kaso
• Roskam kayu / roskam besi
• kertas semen/ kertas bekas zak semen
• Benang Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan plesteran dinding yaitu:
    • triplek
    • kawat ayam ( digunakan pada plesteran yang memerlukan perkuatan khusus atau pada plesteran dengan ketebalan lebih dari 3 cm )
    • air
    • semen

Berikut ini contoh metode cara plesteran dinding yang baik

1. Pasang dinding batu bata / atau batako sesuai dengan rencana dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan dinding benar-benar tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.
2. Basahi permukaan dinding batu bata/batako dengan menggunakan air sampai basah dan rata dalam kondisi jenuh air.
3. Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.
4. pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal untuk keperluan penggunaan caplakan atau kepalaan plesteran dan cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran disesuaikan dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm s/d 3 cm.
5. tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran , pastikan instalasi sudah terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.
6. pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya dengan menggunakan alat jidar.
7. setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan dinding.
8. pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar-benar kering, kuat, karena jika terlalu terburu-buru melakukan pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan finishing dinding menjadi retak-retak rambut.

Syarat-syarat pekerjaan plesteran yang baik adalah

• Permukaan rata dan halus
• tali air lurus dan rapi
• tidak keropos
• ketegakan dinding lurus dan rapi
• ketebalan plesteran hemat. Demikian sebuah contoh metode cara plesteran dinding yang baik yang tentunya terdapat cara lain yang lebih baik lagi, jadi silahkan ber inovasi dan kreatif agar dihasilkan pekerjaan plesteran dinding terbaik

Konstruksi Kuda-Kuda


Konstruksi Kuda - Kuda

Konstruksi kuda-kuda adalah susunan rangka batang yang berfungsi mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri, sekaligus dapat memberikan bentuk pada atap.
Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss), secara umumnya kuda - kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang. 
  • Kuda - kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang maksimal sekitar 12 m. Kuda - kuda bambu pada umumnya mampu mendukung beban atap sampai dengan 10 meter
  • kuda - kuda baja sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukung beban atap sampai dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat, stadion olah raga, bangunan pabrik, dll.
  • Kuda - kuda dari beton bertulang dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 meter.
  • Pada kuda - kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untuk memperkaku struktur kuda-kuda pada arah horisontal. 
Pada dasarnya konstruksi kuda - kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk penutupnya, maka konstruksi kuda - kuda satu sama lain akan berbeda, tetapi setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinyamampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami perubahan. 
Kuda-kuda diletakkan diatas dua struktur beton/baja selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horisontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja ( dalam perhitungan struktur tembok tidak diperhitungkan sebagai penerima beban tapi hanya sebagai beban )
Beban-beban yang dihitung adalah :
1.     Beban mati ( yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda - kuda, plafon termasuk instalasi listrik, air bersih/air kotor dan instalasi lain yang berada diatas plafon dengan posisi menggantung )
2.     Beban hidup ( angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap ).
Kuda - kuda berdasarkan bentang kuda-kuda dan jenis bahannya :

Bentang 3-4 Meter
Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 s.d. 4 meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang.


Bentang 4-8 Mater
Untuk bentang sekitar 4 s.d. 8 meter, bahan dari kayu atau beton bertulang. 


 Bentang 9-16 Meter
Untuk bentang 9 s.d. 16 meter, bahan dari baja (double angle).



Bentang 20 Meter
Bentang maksimal sekitar 20 m, Bahan dari baja (double angle) dan Kuda-kuda atap sebagai loteng, Bahan dari kayu




Kuda-Kuda Baja Profil Siku



Kuda-Kuda Gabel Profil WF 

Untuk bentang lebih dari 9 m disarankan menggunakan tenaga ahli dalam menentukan dimensi material yang digunakan.